Senin, 19 September 2011

Panduan HRD Ditempat Kerja Baru


Kepada rekan-rekan HRD yang akan atau baru pindah kerja ke Perusahaan baru biasanya agak kesulitan melakukan pemetaan masalah tenaga kerja di Perusahaan baru karena masing-masing Perusahaan mempunyai budaya dan permasalahan yang berbeda dengan tempat kerja yang lama. Walaupun anda sudah berpengalaman dibidang HRD, ditempat yang baru anda tetap harus belajar lagi, memahami dinamika karyawan dan melakukan orientasi dari awal lagi. Ingat urusan manusia adalah urusan yang paling kompleks.


Masalah SDM adalah masalah yang sangat kompleks dan multi dimensi. Tidak bisa setiap masalah tenaga kerja yang timbul, bisa diselesaikan dengan strategi yang sama dengan pengalaman anda sebelumnya. Perlu kreatifitas dan kiat-kiat baru untuk menghadapinya. Kecuali masalah tersebut sudah jelas diatur dalam Peraturan Perusahaan atau KKB, tentu sudah standard penyelesaiannya.

Dibawah ini saya akan mencoba berbagi pengalaman untuk alternatif solusi cara mempersiapkan diri menghadapi situasi baru sebagai Pejabat HRD. Semoga bisa bermanfaat.  Minimal bisa untuk menambah pengetahuan.

Sebelum action mengambil langkah-langkah kebijakan atau mengambil tindakan, sebaiknya menggali informasi sebanyak-banyaknya dulu. Lakukan pemetaan masalah dan pemetaan proses produksi dari hulu sampai kehilir di Perusahaan baru tersebut.

Pemetaan masalah bisa dilakukan dengan :
  1. Mendengarkan keluhan dari Manajemen Perusahaan atau dari owner-nya langsung tentang harapan perbaikkan sistem administrasi tenaga kerja, penegakkan disiplin,dan produktifitas kerja yang dikehendaki.
  2. Mendengarkan saran, kritik atau keluhan dari teman departemen lain yang selevel dengan anda. Mengapa Pejabat HRD sebelumnya meninggalkan Perusahaan tersebut.
  3. Mendengarkan keluhan dan saran dari Pengurus Serikat Pekerja setempat sambil berkenalan, agar kita bisa mendapatkan informasi berimbang. Apakah hak-hak minimal tenaga kerja sudah sesuai dengan  Undang-undang Tenaga Kerja yang berlaku.
Pemetaan global proses produksi bisa dilakukan dengan :
  1. Mengenali masing-masing bahan baku yang dibutuhkan dan masing-masing hasil akhirnya. Apakah berupa barang setengah jadi atau barang produk jadi.
  2. Kemana hasil produksi barang-barang tersebut dipasarkan. Apakah cukup didalam Negeri saja atau sampai di export keluar negeri.
  3. Bagaimana cara memproses dari bahan baku sampai menjadi barang yang siap dipasarkan. Tidak perlu mengetahui secara detail tentang  teknis mengerjakannya tapi cukup mengetahui tiap  tahapan pekerjaan. Dari bagian yang satu ke bagian yang lain sampai siap export.
Untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang global proses produksi, anda perlu  mendatangi keseluruh bagian/departemen yang didalam Perusahaan tersebut sambil berkenalan. Apabila Perusahaan tersebut mempunyai Pabrik yang cukup besar, jadwalkan dalam satu minggu sudah selesai. Termasuk semua departemen support yang terkait. Sehingga diharapkan kurang dari dua minggu, anda sebagai Pejabat baru sudah bisa menguasai persoalan yang ada. Kalau perlu buat program kerja yang lengkap dan terpadu sebagai pedoman langkah kebijakan yang akan diambil. Sehingga pekerjaan anda kedepan bisa terarah secara sistematis. Dan lebih dari itu, anda akan selalu siap jawaban taktis ditiap meeting dengan atasan.

Sesuai dengan topik postingan kali ini, yang paling penting menurut pengalaman saya adalah menggali kemampuan kita untuk melakukan pemetaan global proses produksi (global process maping) perusahaan yang baru kita tempati. Karena dari kegiatan pemetaan ini anda banyak kenal masalah ditiap bagian dan banyak kenal dengan orang didalam pabrik tsb.

Pemetaan global bisa dilakukan secara ringkas dengan menggunakan program minimal visio teknik 2002. Hasilnya akan bisa ditampilkan dalam satu lembar kertas A4. Dengan tampilan ini anda akan mudah bisa mengikuti (nyambung) dalam setiap pembicaraan formal (diruang meeting) dengan Staff Manajemen yang lain atau pembicaraan dalam rapat-rapat dengan Pengurus serikat Pekerja.

Disamping itu, tampilan global process maping bisa untuk melengkapi struktur organisasi perusahaan, peraturan perusahaan dan undang-undang tenaga kerja dalam menghadapi semua persoalan tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Contoh tampilan global process maping di salah satu Perusahaan Furniture Export adalah sbb :


Kepada rekan-rekan HRD yang sudah senior atau siapa saja yang merasa tertarik dengan postingan ini, tolong diberi tambahan, saran atau komentar paling tidak tinggalkan komentar dibawah ini agar bisa lebih bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Terima kasih.

* Bila ingin belajar cara membuat tepung mocaf sendiri, KLIK DISINI.


0 komentar:

Poskan Komentar